ASKEP PERIOPERATIF PDF

Askep Perioperatif Fraktur Full description Format Askep Perioperatif Ok (operasi) Askep Perioperatif Dan Persiapan Pasien Sebelum Operasi. Pos tentang Perioperatif yang ditulis oleh ramzkesrawan. Sukai ini: Suka Memuat 2 Komentar Posted in asuhan keperawatan Dengan kaitkata Perioperatif. Media Type. -. Carrier Type. -. Edition. -. Subject(s). Keperawatan Perioperatif. Specific Detail Info. -. Statement of Responsibility.

Author: Brat Manris
Country: Cambodia
Language: English (Spanish)
Genre: Business
Published (Last): 17 October 2004
Pages: 120
PDF File Size: 18.18 Mb
ePub File Size: 14.96 Mb
ISBN: 195-9-99660-805-2
Downloads: 90001
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Arashigar

Askep Perioperatif Sc Individu askepDeskripsi lengkap. Askep Perioperatif Sc Individu askepFull description. Askep Perioperatif Fraktur Femur. Askep Sc Sungsang Arifin chan.

Askep SC Post Date study post date. Askep Post Sc Maternitas. Tetapi ada kalanya proses kelahiran tidak dapat dilakukan secara normal atau melalui jalan lahir ibu karena beberapa hal. Salah satu cara yang semakin umum dilakukan periooeratif proses persalinan secara normal tidak memungkinkan adalah dengan bedah caesar caesarean-section caesarean-section atau C-section C-section yaitu dengan membuat insisi pada abdomen ibu untuk mengeluarkan bayi. Sebuah laporan tahun menunjukkan bahwa satu dari tiga bayi yang lahir di Massachussets dilahirkan melalui bedah caesar.

Bedah caesar bukanlah prosedur yang dapat dilakukan tanpa indikasi medis tertentu meskipun saat ini sudah umum dilakukan bedah caesar elektif askel bukannya tanpa resiko.

Berbagai studi menunjukkan bahwa bedah caesar sedikit banyak mempunyai efek baik bagi ibu maupun bayi ns-rohman. Komplikasi yang timbul tidak diragukan lagi adalah dibandingkan dengan morbiditas ibu yang jauh lebih tinggi bila kelahiran pervaginam. Penyebab utama dari komplikasi tersebut adalah terjadinya endomiometritis, perdarahan, infeksi saluran kemih, infeksi panggul, infeksi luka operasi dan tromboembolisme Leveno, Teknik ini digunakan jika kondisi ibu menimbulkan atau telah terjadi distress pada janin.

SC dapat merupakan merupakan prosedur elektif elektif atau darurat. Festin mengemukakan bahwa perioperatkf SC secara global meningkat dari tahun ke tahun. Cairan amnion mempunyai peranan proses kehamilan dan persalinan di penting dalam menunjang sepanjang kehamilan normal. Kompartemen dari cairan amnion menyediakan ruang bagi janin untuk tumbuh bergerak dan berkembang.

Selain itu cairan ini juga mempunyai peran protektif pada janin. Asjep ini mengandung agen-agen anti bakteria dan bekerja menghambat pertumbuhan bakteri yang memiliki potensi patogen.

Sardjito Yogyakarta pada tanggal 17 April Lingkup Asuhan Keperawatan Dalam petioperatif asuhan keperawatan ini penulis menggunakan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, perioperahif evaluasi.

Menu utama

Mengidentifikasi Mengidentif ikasi pasien yang akan dilakukan tindakan pembedahan b. Menganalisa data yang yang diperlukan c.

Merumuskan diagnosa diagnosa keperawatan keperawatan d. Menentukan prioritas masalah dari diagnosa keperawatan e. Menentukan tujuan dan rencana rencana tindakan keperawatan keperawatan f. Menentukan pelaksanaan rencana tindakan keperawatan g.

  INTOOLS TUTORIAL PDF

Melakukan evaluasi evaluasi tindakan keperaw keperawatan atan h. Mendokumentasikan asuhan keperawatan pada klien dengan sectio caesaria atas indikasi oligohidroamnion E. Adapun teknik pengumpulan pengumpulan data yang dilakukan adalah sebagai berikut: Mengumpulkan data melalui komunikasi secara lisan langsung dengan klien auto anamnesa dan komunikasi dengan keluarga klien allo anamnesa.

Untuk mengetahui keadaan fisik atau psikologi klien dengan cara melihat. Untuk mengetahui kelainan yang ada dengan cara meraba atau menekan.

Untuk mengetahui apa yang ada dibawah jaringan dengan cara mengetuk d. Untuk mendapatkan data dengan cara menggunakan stetoskop. Bagi Penulis Mendapatkan pengalaman langsung serta sebagai bahan masukan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan penulis dalam memberikan asuhan keperawatan peri operatif pada pasien dengan section caesarea 2. Sedangkan post partum adalah masa setelah partus selesai dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu, Mansjoer, Sectio Caesarea transperitonealis 3.

Sectio Caesarea klasik atau korporal dengan insisi memanjang pada korpus uteri kira-kira sepanjang 10 cm. Mengeluarkan janin dengan cepat b. Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik c.

Sayatan bias diperpanjang proksimal atau distal Kekurangan: SC ismika atau profundal low servical dengan insisi pada segmen bawah rahim 4. Penutupan luka dengan reperitonealisasi yang baik c. Perdarahan tidak begitu banyak e. Kemungkinan rupture uteri spontan berkurang atau lebih kecil Kekurangan: Keluhan pada kandung kemih post operasi tinggi c. SC ektra peritonealis yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan demikian tidak membuka cavum abdominal 5.

WordPress › Setup Configuration File

Sectio Caesarea ekstra peritonealis, yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis, yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis, dengan demikian tidak membuka kavum abdominal. Menurut sayatan pada rahim, sectio caesarea dapat dilakukan sebagai berikut: Sayatan memanjang longitudinal 2. Sayatan melintang Transversal 3.

Indikasi sectio caesaria pada Ibu 1. Disproporsi cevalo-pelvik ketidakseimbangan antar ukuran kepala dan panggul 2. Distosia jaringan lunak 4. Rupture uteri mengancam 7. Primi muda atau tua 8. Partus dengan komplikasi 9. Janin dalam posisi sungsang atau melintang 4. Infeksi puerperal Nifas 2. Ringan, dengan suhu meningkat dalam beberapa hari 3. Sedang, suhu meningkat lebih tinggi disertai dengan dehidrasi dan perut sedikit kembung 4. Berat, peritonealis, sepsis dan usus paralitik 5.

Banyak pembuluh darah yang terputus dan terbuka 7. Perdarahan pada plasenta bed 8. Luka kandung kemih, emboli paru dan keluhan kandung kemih bila peritonealisasi terlalu tinggi 9. Kemungkinan rupture tinggi spontan pada kehamilan berikutnya V. Pantau perdarahan dan urin secara ketat. Pemberian tranfusi darah, bila terjadi perdarahan post partum. Pemberian perjoperatif, walaupun pemberian antibiotika sesudah section sesaria dianjurkan efektif dapat dipersoalkan, namun pada umumnya pemberiannya dianjurkan.

Mobilisasi pada hari pertama setelah operasi penderita harus turun perikperatif temapat tidur dengan dibantu paling sedikit dua kali. Pada hari kedua penderita sudah dapat berjalan ke kamar mandi dengan bantuan. Jika tidak terdapat komplikasi penderita dapat dipulangkan hari kelima setelah periopefatif Mochtar Rustam, Test Nitrazin atau test lakmus Untuk membantu dalam menentukan jumlah cairan ketuban dan usia kehamilan, kelainan janin 3.

  ELECTROVALVULAS FESTO PDF

Laboratorium darah Untuk mengetahui jumlah lekosit jika meningkat curiga infeksi. Pemeriksaan silang darah dan enzim hati 7.

Urinalisa yaitu protein, total protein serum dan albumen biasanya normal atau menurun. Biasanya sering perjoperatif pada umur kehamilan trimester II dan trimester III, kalau terjadi lebih awal prognosa janin lebih jelek.

Sebab pasti belum diketahui dengan jelas. Perut ibu kelihatan kurang membuncit 2. Ibu merasa nyeri diperut pada tiap pergerakan anak 3.

Persalinan lebih lama dari biasanya 4. Sewaktu his akan terasa sakit sekali 5. Bila ketuban pecah air ketuban sedikit sekali bahkan tidak ada yang keluar C. Istilah perioperatif adalah suatu istilah gabungan yang mencakup tiga fase pengalaman pembedahan, yaitu pra operasi, intra operasi, dan pasca operasi. Masing-masing fase aske; pada waktu tertentu dan berakhir pada waktu tertentu pula dengan urutan peristiwa yang membentuk pengalaman bedah dan masing-masing mencakup rentang perilaku dan dan aktivitas keperawatan yang luas yang dilakukan oleh perawat dengan menggunakan proses keperawatan dan standar praktik keperawatan.

Di samping itu, kegiatan perawat perioperatif juga memerlukan dukungan dari tim kesehatan lain yangb berkompeten dalam perawatan pasien sehingga kepuasan pasien dapat tercapi sebagai suatu bentuk pelayanan prima II.

ASKEP PERIOPERATIF SC (INDIVIDU).docx – PDF Free Download

PRE OPERATIF Perawatan pre operatif merupakan tahap pertama dari perawatan perioperatif yang dimulai sejak pasien diterima masuk di ruang terima pasien dan berakhir ketika pasien dipindahkan ke meja operasi untuk dilakukan tindakan pembedahan.

Persiapan pembedahan dapat dibagi menjadi 2 bagian, yang meliputi persiapan psikologi baik pasien maupun keluarga dan persiapan fisiologi khusus pasien. Persiapan Psikologi Terkadang pasien dan keluarga yang akan menjalani operasi emosinya tidak stabil.

Hal ini dapat disebabkan karena: Takut akan perasaan sakit, narcosa atau hasilnya. Keadaan sosial ekonomi dari keluarga. Penyuluhan merupakan fungsi penting dari perawat pada fase pra bedah dan dapat mengurangi cemas pasien. Hal-hal dibawah ini penyuluhan yang dapat diberikan kepada pasien pra bedah. Informasi yang dapat membantu pasien dan keluarganya sebelum operasi: Pemeriksaan-pemeriksaan sebelum operasi alasan persiapan. Hal-hal yang rutin sebelum operasi.